| sumber : www.rushfm.co.nz |
1. Kepindahan tempat dari JIH ke ke UIN, tidak semata-mata karena peserta yang membludak. Setelah kebetulan bertemu panitia untuk mengambil setifikat dan file, kita sedikit berbincang. Kepindahan ke UIN juga dikarenakan pihak JIH tidak rela kegiatan tersebut dilaksanakan di JIH, karena rumah sakit tersebut masih menyelenggarakan vaksinasi. Taukah Anda. Pembatalan ini dilakukan H-4. Scara gitu. Ini menjadi pertanyaan, kenapa baru H-4, tidak dari sebelum-sebelumnya. Bahkan menurut panitia. Pas hari H, ada oknum yang meminta nomer rektor UIN, mungkin mau menggagalkan juga. Tapi alhamdulillah gak jadi.
2. Saat pendaftaran peserta, tak sedikit juga kalangan medis ikut seminar ini. Dari beberapa medis yang ikut, sambil mendaftar, di tanyalah pendaftar tersebut (dokter dan bidan) oleh panitia.
“anak ibu di vaksin?”, mereka menjawab”tidak, saya udah tau kok.”. Biasanya orang medis pada menyarankan untuk melakukan vaksinasi, tapi kenapa mereka tidak. Apa yang dimaksud mereka dengan “saya sudah tahu”? Silahkan dipikirkan masing-masing.
| sumber : assets.inhabitots.com |
4. Presentasi Dr. Joze. Intinya adalah bahwa ternyata penyakit yang ada bukan suatu kebetulan, melainkan di buat-buat oleh suatu oknum agar kita sakit dan mau tidak mau kita harus membeli obat/vaksin dari oknum tersebut. Sehingga disini vaksin bisa dibilang menjadi senjata biologis.(hasil presentasi selengkapnya download aja filenya :D). dan ini dipermainkan oleh “orang nakal”. lihat saja flu burung di mexico, setelah di teliti, ternyata adalah kawin silang virus H1N1 (mudah menular, sedikit berbahaya) dengan virus H5N1 (susah menular, sangat berbahaya) dan ini adalah kerjaan "orang-orang nakal".
5. Presentasi Mr. Jery lebih banyak menceritakan pengalaman pribadinya. Terutama saat dia menjadi anggota AU, dimana hampir setiap hari dia diberi vaksin yg mengakibatkan dia malah jadi lebih “ringkih” dari sebelumnya dan bahkan dia sempat sedikit mengalami gangguan emosional.Hasil risetnya sebagai wartawan juga banyak menunjukkan banyak hal buruk dari vaksin, karena dalam vaksin banyak bahan berbahaya seperti plutonium, aluminium, merkuri, aluminium, formalin, bahkan enzim babi dan ini diakui dari dinas kesehatan bahwa pembuatan vaksin di indonesia masih menggunakan enzim dari babi, karena katanya belum ditemukan enzim lain yang lebih cocok.
6. Hasil tanya jawab dengan para peserta, hampir semuanya menyampaikan keluhan akibat vaksin. Dan ada satu yang menarik. Ada seorang bapak dari salatiga, anaknya setelah divaksin menjadi tidak bisa jalan, kemudian dibawa ke puskesmas dimana si anak di vaksin dan dinyatakan harus di bedah dengan BIAYA SENDIRI, hal ini menyimpang dari pernyataan dinas kesehatan jika anak kita tidak ingin di vaksin “kalau terjadi apa-apa Kami tidak bertanggung jawab” nyatanya dari kejadian tersebut pihak medis sama saja tak bertanggungjawab, padahal di vaksin juga.
Itulah kesimpulan yang bisa saya ambil. Saya hanya menyoroti presentasi yang anti vaksin, karena yang pro vaksin kan sudah jelas, dan sudah pada tahu kan?? nah, itulah beberapa hal yang mungkin bisa menjadikan bhan perenungan bagi kita.
Download :
jika keluar halaman adf.ly. tunggu sekitar 5 detik hingga muncul tulisan "skip ad" di pojok kanan atas. dan tekan tombol tersebut. thanks ;)
10:56:00 PM
be9ino




