Translate this blog
English French German Spain Italian Dutch Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified Thailand Vietnam Czech

Wirausaha 0 Rupiah ---------------- Kontak Jodoh Online ---------------- Wirausaha 0 Rupiah ---------------- Kontak Jodoh Online ----------------Wirausaha 0 Rupiah ---------------- Kontak Jodoh Online
Showing posts with label renungan. Show all posts
Showing posts with label renungan. Show all posts

Saturday, April 7, 2012

Awas Vaksin!!

Sekarang banyak orang yang sudah mulai galau tentang keberadaan vaksin ini. Dahulu vaksin ini dipuja dan di agung-agungkan oleh dunia medis karena dipercaya bisa mencegah datangnya penyakit berbahaya di kemudian hari. Dengan semakin majunya teknologi ditambah demokrasi di semua aspek, muncullah tulisan-tulisan tentang kisah-kisah dari vaksin ini sendiri, kalau yang mendukung vaksin tentu sudah banyak tapi sekarang ini sudah mulai bermunculan tulisan yang mempertanyakan kehebatan vaksin ini. 
sumber : www.rushfm.co.nz
 Sebulan yang lalu (4 maret 2012) ada sebuah seminar berjudul “imunisasi lumpuhkan generasi” yang diselenggarakan oleh pengurus masjid Syuhada Yogyakarta dengan pembicara Siti Fadilah Supari (mantan menkes RI), Dr. Jose Rizal (Presidium Medical Emergency Rescue Committee {MerC}) dan Jerry Duane Gray (mantan Angkatan Udara Amerika). Semula tempat direncanakan di Jogjakarta International Hospital (JIH), tapi ternyata dipindah ke UIN Suka jogjakarta. Dari seminar dan kejadian-kejadian yang akan saya tuliskan, mari kita menjadi orangtua yang bijak.

1. Kepindahan tempat dari JIH ke ke UIN, tidak semata-mata karena peserta yang membludak. Setelah kebetulan bertemu panitia untuk mengambil setifikat dan file, kita sedikit berbincang. Kepindahan ke UIN juga dikarenakan pihak JIH tidak rela kegiatan tersebut dilaksanakan di JIH, karena rumah sakit tersebut masih menyelenggarakan vaksinasi. Taukah Anda. Pembatalan ini dilakukan H-4. Scara gitu. Ini menjadi pertanyaan, kenapa baru H-4, tidak dari sebelum-sebelumnya. Bahkan menurut panitia. Pas hari H, ada oknum yang meminta nomer rektor UIN, mungkin mau menggagalkan juga. Tapi alhamdulillah gak jadi.

2. Saat pendaftaran peserta, tak sedikit juga kalangan medis ikut seminar ini. Dari beberapa medis yang ikut, sambil mendaftar, di tanyalah pendaftar tersebut (dokter dan bidan) oleh panitia.
“anak ibu di vaksin?”, mereka menjawab”tidak, saya udah tau kok.”. Biasanya orang medis pada menyarankan untuk melakukan vaksinasi, tapi kenapa mereka tidak. Apa yang dimaksud mereka dengan “saya sudah tahu”? Silahkan dipikirkan masing-masing.
sumber : assets.inhabitots.com
3. Ibu Siti Fadilah Supari, ternyata tidak jadi hadir. Dan beliau memutuskan hal tersebut H-3 acara. Kenapa? Karena banyak pihak yang mengecamnya. Padahal beliau hanya menyampaikan apa adanya, apa yang diketahuinya ketika menjadi menteri kesehatan, bukan mau kampanye anti vaksin. tapi kenapa ada pihak yang sampai mengecamnya?

4. Presentasi Dr. Joze. Intinya adalah bahwa ternyata penyakit yang ada bukan suatu kebetulan, melainkan di buat-buat oleh suatu oknum agar kita sakit dan  mau tidak mau kita harus membeli obat/vaksin dari oknum tersebut. Sehingga disini vaksin bisa dibilang menjadi senjata biologis.(hasil presentasi selengkapnya download aja filenya :D). dan ini dipermainkan oleh “orang nakal”. lihat saja flu burung di mexico, setelah di teliti, ternyata adalah kawin silang virus H1N1 (mudah menular, sedikit berbahaya) dengan virus H5N1 (susah menular, sangat berbahaya) dan ini adalah kerjaan "orang-orang nakal".

5. Presentasi Mr. Jery lebih banyak menceritakan pengalaman pribadinya. Terutama saat dia menjadi anggota AU, dimana hampir setiap hari dia diberi vaksin yg mengakibatkan dia malah jadi lebih “ringkih” dari sebelumnya dan bahkan dia sempat sedikit mengalami gangguan emosional.Hasil risetnya sebagai wartawan juga banyak menunjukkan banyak hal buruk dari vaksin, karena dalam vaksin banyak bahan berbahaya seperti plutonium, aluminium, merkuri, aluminium, formalin, bahkan enzim babi dan ini diakui dari dinas kesehatan bahwa pembuatan vaksin di indonesia masih menggunakan enzim dari babi, karena katanya belum ditemukan enzim lain yang lebih cocok.

6. Hasil tanya jawab dengan para peserta, hampir semuanya menyampaikan keluhan akibat vaksin. Dan ada satu yang menarik. Ada seorang bapak dari salatiga, anaknya setelah divaksin menjadi tidak bisa jalan, kemudian dibawa ke puskesmas dimana si anak di vaksin dan dinyatakan harus di bedah dengan BIAYA SENDIRI, hal ini menyimpang dari pernyataan dinas kesehatan jika anak kita tidak ingin di vaksin “kalau terjadi apa-apa Kami tidak bertanggung jawab” nyatanya dari kejadian tersebut pihak medis sama saja tak bertanggungjawab, padahal di vaksin juga.

Itulah kesimpulan yang bisa saya ambil. Saya hanya menyoroti presentasi yang anti vaksin, karena yang pro vaksin kan sudah jelas, dan sudah pada tahu kan?? nah, itulah beberapa hal yang mungkin bisa menjadikan bhan perenungan bagi kita.

Download :
nb: maaf, hanya disediakan rekaman seminar, videonya filenya gedeeeeee.hehe ;)

jika keluar halaman adf.ly. tunggu sekitar 5 detik hingga muncul tulisan "skip ad" di pojok kanan atas. dan tekan tombol tersebut. thanks ;)

Sunday, February 26, 2012

5 alasan mencontek dan solusinya


Mencontek merupakan suatu perilaku yang perlu di tindak dengan tegas, masalahnya  banyak sekali dampak negative yang ditiumbulkan seperti yang telah saya posting di artikel sebelumnya. Nah, posting kali ini, akan saya ulas beberapa alasan yang meyebabkan seorang siswa itu mencontek dan bagaimana terapinya.


1.       Kurang PD
Pertemanan yang salah ini menyebabkan adanya sifat ketergantungan antar teman, bahkan dalam mencontek. Siswa-siswa kurang PD dengan hasil jawaban mereka sendiri, dan bahkan ketika jawaban mereka sebenarnya betul tetapi karena melihat teman yang dianggap lebih pintar, akhirnya mereka mengubah jawabannya. Maka terapi untuk hal ini adalah Anda harus bisa memotivasi siswa agar lebih bangga dengan jawaban sendiri walau nilai rendah, dan sampaikan juga bahwa jawaban teman belum tentu benar.


2.       Tidak Belajar
Cara belajar yang salah selama ini, menyebabkan siswa harus belajar pada saat mau ulangan saja, dan ketika tidak ulangan maka tidak ada yang namanya belajar. Yang lebih parah lagi adalah siswa tidak belajar saat mau ulangan yang banyak disebabkan karena lupa. Hal ini sudah pasti akan memicu siswa untuk mencontek. Untuk yang satu ini sebenarnya cukup mudah solusinya, anda tingga sering-sering mengingatkan saja. Misalnya pada pertemuan terahir Anda memberitahu akan ulangan, dan sehari sebelum ulangan, Anda perlu menguatkan kembali bahwa hari esoknya akan ulangan. Untuk terapinya, Anda sebagai guru harus memberikan tips sistem belajar yang tepat, sehingga dengan hanya sedikit membaca sebelum ulangan, materi sudah kembali teringat.
sumber gambar : guruislamicvillage.files.wordpress.com
3.       Ingin nilai besar
Siapa sih yang tidak ingin berprestasi dengan mendapatkan nilai besar. Maka atas dasar hal ini, siswa akan melakukan apa saja asalkan dia bisa mendapatkan nilai besar. Tapi coba bayangkan, jika semua nilai besarnya diperoleh karena hasil mencontek??bisa-bisa si anak dijuluki raja Contek. Anda perlu memahamkan kepada siswa bahwa nilai akhir Anda tidak hanya sekedar dinilai dari hasil ulangan, tapi juga dilihat dari proses bagaimana dia mendapatkan nilai dan bagaimana komitmennya dalam menyelesaikan tugas. Di sini anda juga mulai menanamkan nilai karakter untuk tidak korupsi, sehingga ketika dia menjadi pejabat dia tidak terbiasa bertindak curang. aamiiin.


4.       Soal susah
Soal yang susah bagi mereka akan memicu mereka untuk melakukan tindakan kriminal (mencontek-pen). Maka sebagai guru yang baik, berikanlah soal sesuai dengan yang Anda ajarkan, yaitu sesuai indikator yang Anda kembangkan dari SK dan KD. Jadi jangan kaget kalau semua siswa mendapat nilai jelek karena soal yang Anda buat adalah soal yang belum pernah diajarkan kepada siswa.


5.       Guru kurang tegas
Ketegasan guru saat ujian perlu dibuktikan, hal ini terbukti ketika mereka melihat jadwal pengawas, saat mendengar salah satu guru, responnya adalah “yaaaahhhh….(muka suram)”. Ini menandakan bahwa aktivitas mereka juga dipengaruhi ketegasan sang Guru. Jika sang Guru kurang tegas pada saat ujian, maka hal ini banyak dimanfaatkan siswa untuk berbuat curang. Maka sebagai guru yang yang professional (salah satu kompetensi guru) Anda harus bisa bertindak tegas dalam ujian. Anda bisa melakukan shock terapi, caranya agak sedikit ekstrim seperti yang pernah saya lakukan. Saya beranikan untuk menyobek kertas ujian siswa ketika ada seorang siswa mencontek, dan hasilnya ketika di ujian-ujian berikutnya, suasana ulangan menjadi tenang. Alternatif lain adalah Anda bisa memberikan Diskon nilai untuk siswa yang mencontek, semakin banyak mencontek, semakin besar diskon yang Anda berikan. Tapi ini akan berefek di ulangan berikutnya setelah tau nilai-nilai mereka di diskon :D

Dan perlu Anda sampaikan juga apa bahaya mencontek seperti dalam artikel yang telah saya tuliskan. Klik disini untuk membacanya.

Mungkin itu saja yang bisa saya share, semoga bisa bermanfaat untuk memajukan pendidikan yang lebih jujur untuk melahirkan pemimpin-pemimpin yang jujur. 

Saturday, December 10, 2011

bahaya mencontek

Ujian kerap dilaksanakan setiap akhir pembelajaran dalam suatu bab, entah itu menjadi ujian harian atau ujian akhir semesteran seperti yang sedang ramai dilaksanakan saat ini di sekolah-sekolah. Ujian ini sebenarnya merupakan salah satu cara untuk mengetahui, apakah seorang siswa sudah memahami apa yang telah disampaikan pengajarnya atau belum. Jika nilai ujian tinggi, bias diartika ia telah menguasai materi yang disampaikan pengajarnya, jika belum maka perlu dilakukan remedial.
Sebenarnya penilaian seperti ini memang kurang bisa merepresentasikan hasil sebenarnya, apakah siswa sudah memahami materi atau. Apa lagi jika Si siwa melakukan tindak kecurangan dalam menjawab, berarti sama saja hasil jawabannya tidak mencerminkan kecakapannya dalam memahami materi, itu adalah hasil kecakapan orang lain. Tapi sampai saat ini, belum ditemukan cara yang lebih efektif untuk menilai kepahaman siswa terhadap suatu materi.
Nah, bicara soal kecurangan dalam ujian atau yang lebih dikena l sebagai “mencontek”, setelah saya analisis secara mendalam, ternyata memang sebenanrya tidak ada untungnya bagi kita, bahkan akan sangat merugikan kita. Berikut hasil analisis saya tentang menyontek, saya rangkum dalam “bahayanya menyontek”
  1. Bad image di guru / teman
Sudah sangat jelas sekali. Ketika seorang siswa ketahuan mencontek, maka secara otomatis akan memberikan bad image kepadanya. Kepercayaan guru kepadanya sudah berkurang, dan mungkin akan memberikan nilai afektif C untuknya, dan perlu diketahui, ketika guru – guru berkumpul dan berdiskusi / nge-gosip, kadang akan di bahas masalah perilaku siswanya ketika di pelajaran masing-masing , apalagi jika ada siswa yang gemar mencontek. Maka secara otomatis bad image-nya akan terpublikasikan ke guru-guru yang lain. Antara sesama teman juga sudah jelas, dia akan dikenal sebagai raja mencontek, walaupun secara pertemanan tetap mau bergaul dengan si pencontek, tapi apakah bangga jika kita mendapat predikat sebahai “Raja Contek”?
2. Membodohi diri sendiri
Ketika kita mencontek, maka itu berarti juga kita memanipulasi nilai kita. Karena sebenarnya itu bukanlah jawaban kita, melainkan jawaban orang lain. Jadi walaupun nilai kita besar , sebenarnya kita tidak bisa di pelajaran tersebut. Misalkan nilai ini dipakai untuk masuk universitas melalui jalur PMDK, mungkin kita bisa masuk tapi kedepannya kita akan susah mengikuti perkembangan perkuliahan karena memang sebenarnya kita tidak mempunyai kemampuan di jurusan tersebut, malahan bisa saja kita di DO. Nah loh, gimana kalo dah begitu, siapa yang malu??
3. Langkah awal sakit jantung
Saat menyontek, maka tingkat kewaspadaan kita menjadi meningkat, disini adrenalin kita mulai naik, apalagi ketika ada seorang pengawas mendekati kita, detak jantung kita menjadi semakin tidak normal. Dan jantung akan berdetak lebih cepat lagi, ketika pengwas memanggil nama kita saat kita sudah mempunyai niat mencontek, dan mungkin bisa sampai keluar keringat dingin jika dia tidak professional dala mmencontek (hehe). Menurut Wikipedia, salah satu gejala penyakit jantung adalah palpitasi (jantung berdebar-debar) hal ini terjadi ketika kita ketahuan mencontek oleh pengawas, dan gejala yang lain adalah mengucurnya keringat dingin atau panas. Nah, tanda-tandanya mirip kan??
4. Kehalalan ijazah / nilai
Dalam semua agama, pasti melarang yang namanya berbuat curang. Apalagi anda umat muslim, jika kita melakukan kecurangan dalam memperoleh nilai, itu sudah dikategorikan sebagai haram, nilai yang haram ini akan tertulis di ijazah, dan dari ijazah ini Anda gunakan dalam berbagai kepentingan misalnya untuk melamar pekerjaan. Maka pekerjaan yang Anda dapatkan juga Haram, karena hukum dasarnya adalah jika sesuatu berasal dari yang haram, maka hal itu akan haram juga. Seperti dalam sebuah hadits yang menyatakan bahwa “Sesungguhnya Rasulullah SAW melaknat dalam khamr sepuluh personel, yaitu: pemerasnya (pembuatnya), peminumnya, pembawanya, pengirimnya, penuangnya, penjualnya, pemakan uang hasilnya, pembayarnya, dan pemesannya” (HR Ibnu Majah dan Tirmidzy).
5. Belum tentu jawbaan teman itu benar
Ketika kita mencontek jawaban teman, belum tentu teman yang kita contek itu benar, apa lagi jika main kode, belum tentu teman memberikan jawaban yang benar keapda kita. Karena dia tidak mau nilai teman yang lain lebih besar.
6. Nilai teman lebih besar
Ketika kita memberikan jawaban kepada teman kita, maka kita memberikan peluang kepada teman kita untuk mendapatkan nilai yang lebih besar. Anda mau hal itu terjadi?? Saya yakin tidak.

Maka dari itu, marilah kita mulai untuk mencari nilai yang benar-benar nilai kita sendiri. Dan jika anda adalah seorang pengajar, ada baiknya menyampaikan hal ini keapda siswa Anda agar mereka termotivasi untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan sikap mencontek.

Sunday, October 4, 2009

Padang dan Al Quran

Gempa di padang terjadi pada pukul 17.16, coba lihat QS 17 (al Isra’) ayat 16
wa-idzaa aradnaa an nuhlika qaryatan amarnaa mutrafiihaa fafasaquu fiihaa fahaqqa 'alayhaa alqawlu fadammarnaahaa tadmiiraan
“ [17:16] Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menta'ati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. “

Kemudian gempa susulan terjadi pada pukul 17.38, mari kita lihat lagi surat ke-17 ayat 38
kullu dzaalika kaana sayyi-uhu 'inda rabbika makruuhaan
“ [17:38] Semua itu kejahatannya amat dibenci di sisi Tuhanmu. “

Kemudian gempa di jambi pada pukul 8.52 dan jika di kaitkan dengan Al Quran, berarti menunjuk pada surat al Anfal ayat 52 yang berbunyi:

kada/bi aali fir'awna waalladziina min qablihim kafaruu bi-aayaati allaahi fa-akhadzahumu allaahu bidzunuubihim inna allaaha qawiyyun syadiidu al'iqaabi
“ [8:52] (keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir'aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi amat keras siksaan-Nya. “


Semoga kita termasuk orang-orang yang berfikir, dan bias mengambil hikmah dari setiap kejadian yang terjadi di sekeliling kita. Entah yang terjadi pada gempa-gempa sekarang ini merupakan musibah, adzab, ataukah ujian yang diberikan Allah. Kita berharap bahwa ini semua adalah ujian dariNya, karena Dia ingin “mengetes” seberapa jauhkan keimanan kita, pengabdian kita kepadaNya. Jika kita bias lulus ujian ini, maka tentu saja derajad keimanan sudah teruji. Karena semakin beriman seseorang, ujian juga makin berat dan setan yang akan menggoda kita juga semakin professional. Mari kita bermuhasabah, melihat diri kita apakah sudah siap ketika bencana itu yang menimpa kita dan kita segera bertemu “bang izroil”.

Wallohu a’lam bishshowab

Friday, August 14, 2009

Mempercayakan (Tsiqoh)

Seorang teman mengirim sebuah pesan singkat ke hape 5200 ku yang sepertinya sdah perlu diFlash supaya kembali ke settingan pabrik, soalnya game-game dan memory card sudah tak kebaca lagi. Sms itu kira-kira berbunyi demikian

“eh, aku nekat ikut mabit (malam bina iman dan taqwa), ternyata ada iuran sebesar dua ribu, dan kulihat isi dompet ternyata juga tinggal segitu”

Lalu aku pun membalasnya..

“gue suka semangat lo kayak gini, tapi… besok lo makan apa?”

Dia pun membalas dengan entengnya

“Allah Maha Kaya, Dia yang akan memberiku Rizqi tuk memenuhi kebutuhan jasmaniku besok hari”

Subhanalloh, pasrah atau emang tawakal ya..InsyaAllah tawakal. Ini berkaitan dengan buku yang baru ku baca taadi pagi mengenai “mempercayakan”. Ketika kita sudah mempercayakan sepenuhnya urusan kita (Tsiqoh) maka kita juga sudah pasrah kepaada yang kita percayakan. Seperti halnya seorang teman yag mempercayakan kepada kawannya untuk menajdi kurir surat cintanya, maka ketika dia sudah mempercayakan kepada kawannya tersebut, dia tidak aka npernah berpikiran bahwa kawannya itu akan menjaaadi tanaman yang makan pagar. Seperti halnya juga kehidupan seorang suami-istri (wah, koqnyinggung sampe situ, w e e ), ketika sudah muncul rasa “mempercayakan” maka mereka tidak akan menghujamkan pertanyaan tak berakal mengenai kecemburuan butanya.

Begitu juga ketika kita sudah “mempercayakan” kepadaAllah SWT, maka kita akan menyerahka nsegala urusan kita kepadaNya, dengan syarat kita sudah melakukan usaha semaksimal mungkin (ikhtiar), baru kemudian kita meyerahkan hasil kepada DIa Sang Penentu (tawakal) dan kita juga harus siap untuk menerima segala hasil yang akan muncul nantinya (Qona’ah). Untu itu, biaar lebih aman, maka niatan kita sebaiknya hanya utnuk ibadah, apapun yang kita lakukan kita niatkan Untuk memenuhi tanggung jawab kita sebagai makhluq. Karena Dia tidak pernah membuat kita kecewa, YAKINLAH!!!!

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Premium Wordpress Themes